Minggu, 30 Desember 2012

Jurnal 1 abstrak dan pendahuluan



REVIEW
Analisis dan perpanjangan sistem informasi akuntansi piutang usaha terkomputerisasi pada primer koperasi kepolisian KORPS BRIMOB ( primkoppol korps brimob )

Jurnal ekonomi akuntansi, oktober 2011

Oleh:
Ika kurniati

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem akuntansi piutang yang telah diterapkan pada PRIMKOPPOL Korps Brimob dan perancangan sistem akuntansi piutang terkomputerisasi yang sesuai dan layak untuk PRIMKOPPOL Korps Brimob.
Objek penelitian ini adalah PRIMKOPPOL Korps Brimob yang beralamat di Jalan Akses UI Kelapadua Cimanggis Depok. Objek penelitian ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem akuntansi piutang usaha simpan pinjam pada PRIMKOPPOL Korps Brimob. Penelitian ini termasuk jenis penelitian development (pengembangan). Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan yaitu: analisis PIECES, analisis kebutuhan sistem, dan Analisis kelayakan sistem. Instrumen penelitian dengan pedoman wawancara. Untuk mengetahui sistem akuntansi piutang usaha yang telah diterapkan di PRIMKOPPOL Korps Brimob meliputi : dokumen dan catatan akuntansi; fungsi yang terkait; prosedur piutang usaha; bagan alir sistem piutang usaha; dan sistem pengendalian intern yang telah diterapkan. Metode pengembangan sistem terdiri dari analisis sistem, desain sistem dan implementasi sistem. Program yang digunakan untuk membuat aplikasi pengembangan sistem baru terkomputerisasi adalah Microsoft Visual Basic 6.0 dan database menggunakan Microsoft Access 2007.
Implementasi sistem menunjukkan bahwa sistem baru terkomputerisasi yang dirancang telah memiliki sistem keamanan yang memadai, mampu menyajikan keakuratan dan keamanan dari kehilangan atau kerusakan data sehingga ketelitian, keandalan data akuntansi piutang usaha dan efisiensi kinerja koperasi dapat tercapai.
Kata kunci : efisiensi penggunaan sistem informasi akuntansi piutang terkomputerisasi



PENDAHULUAN
1.1  latar belakang

 Perkembangan teknologi saat ini merupakan pemicu perusahaan untuk menggali potensi yang dimiliki perusahaan untuk dapat lebih meningkatkan performance perusahaan. Hal ini juga membuat perkembangan dunia informasi saat ini semakin cepat, salah satu perkembangan yang penting adalah semakin dibutuhkannya penggunaan alat pengolah data yang berfungsi untuk menghasilkan informasi yang mendukung perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan didorong untuk dapat memiliki sistem informasi yang baik, tepat, serta efisien dan efektif.
Berkembangnya kebutuhan informasi telah mendorong perkembangan akuntansi sebagai suatu sistem informasi. Hal ini mendorong untuk memproses data akuntansi yang semula menggunakan cara-cara manual menjadi proses secara terkomputerisasi melalui proses data  
akuntansi secara terkomputerisasi. Melalui proses ini dapat dihasilkan informasi yang real time yang pada akhirnya dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan. Tujuan dari perkembangan ini adalah untuk lebih mengoptimalkan kinerja sistem informasi akuntansi agar sesuai dengan lingkungan perusahaan di mana sistem informasi
akuntansi tersebut dijalankan.
Piutang usaha merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh pada likuiditas dan modal kerja koperasi ini sebab piutang usaha masuk dalam kategori aset lancar dan diharapkan akan dapat dicairkan dalam waktu singkat. Tanpa adanya pencatatan dan pengawasan yang baik, kesalahan dan penyelewengan terhadap piutang tersebut akan mudah terjadi. Oleh karena itu pihak koperasi harus dapat menetapkan prosedur akuntansi yang akan digunakan, pemilihan debitur yang layak, penetapan umur piutang, serta penetapan kebijakan tentang persentase penyisihan piutang atas piutang yang tidak tertagih. Kesalahan dan penyelewengan terhadap piutang serta kerugian akibat piutang yang tak tertagih dapat dihindari, jika piutang tak dapat dicairkan dalam waktu singkat maka akan mengganggu kelancaran operasi koperasi secara keseluruhan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan sistem yang digunakan masih manual. Kekurangan lain yang timbul di antaranya adalah pada bagian unit simpan-pinjam. Dalam mencatat dan menjumlahkan jumlah pinjaman yang diambil oleh debitur masih menggunakan cara yang manual. Tentunya hal ini menyulitkan karyawan dalam memproses transaksi dan proses transaksi menjadi lama dan tidak efisien. Apalagi jika ada debitur yang akan melunasi pinjamannya ataupun membayar angsurannya, karyawan unit simpan-pinjam harus mencari catatan di rak lemari. Hal ini tentu saja akan menambah lamanya proses transaksi. Dengan penggunaan sistem manual juga berisiko terjadinya pemalsuan data.

1.2  rumusan masalah
Kurang efisiennya pencatatan dan perhitungan sistem akuntansi piutang secara manual pada PRIMKOPPOL Korps Brimob.
Kesulitan dalam pengolahan data piutang, pencarian data dan pembuatan laporan.
Bagaimana adanya perancangan sistem akuntansi piutang terkomputerisasi dan gambaran perubahan sistem piutang manual ke piutang terkomputerisasi yang layak.



1.3  tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun dan merancang sistem akuntansi piutang yang telah diterapkan pada PRIMKOPPOL Korps Brimob.
Memberikan indikasi mengenai bagaimana mengetahui perancangan sistem akuntansi piutang terkomputerisasi yang sesuai dan layak untuk PRIMKOPPOL Korps Brimob.

Nama : Novia Mandalasari
Npm : 25211234

Tidak ada komentar:

Posting Komentar